FPP UNIKA Santu Paulus Ruteng dan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Frans Sales Lega Jalin Kerjasama Strategis untuk Penguatan Akademik di bidang Agronomi

Ruteng, 9 Juni 2026 – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng menjalin kerjasama dengan Stasiun Meteorologi Kelas III Frans Sales Lega, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi penyedia informasi meteorologi, klimatologi, serta geofisika. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengembangan ilmu pertanian berbasis iklim.

Kerja sama tersebut berada di bawah koordinasi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Frans Sales Lega BMKG, Dinda Surya Selviany Labuh, S.Tr., bersama Dekan FPP, Dr. Yulliana Wahyu, S.Si., M.Pd. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan penelitian terapan yang mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah Flores dan sekitarnya.

Dalam lingkup akademik, kerjasama ini diarahkan untuk mendukung kegiatan Program Studi Agronomi melalui pemanfaatan data meteorologi dan klimatologi sebagai dasar dalam pembelajaran agroklimatologi, sistem pertanian adaptif terhadap perubahan iklim, pemodelan pertumbuhan tanaman, hingga penyusunan rekomendasi kalender tanam yang berbasis kondisi iklim aktual maupun prediktif. Selain itu, mahasiswa akan memperoleh kesempatan lebih luas dalam pelaksanaan praktik lapangan, kegiatan magang, penelitian tugas akhir, serta pengembangan kompetensi melalui pelatihan teknis yang difasilitasi oleh BMKG. Mahasiswa Program Studi Agronomi sendiri telah melaksanakan praktikum mata kuliah Agroklimatologi di BMKG Kelas III Frans Sales Lega sejak 2019. 

Data dan informasi iklim yang dihasilkan BMKG memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian. Informasi mengenai curah hujan, suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, serta prakiraan musim merupakan komponen fundamental dalam meningkatkan efisiensi produksi pertanian, mengurangi risiko gagal panen akibat anomali iklim, serta memperkuat strategi adaptasi terhadap perubahan iklim global. Oleh karena itu, integrasi antara informasi meteorologi dengan kajian agronomi menjadi salah satu pendekatan ilmiah yang semakin relevan dalam pembangunan pertanian modern.

Selain aspek pendidikan, kerja sama ini juga membuka peluang penelitian kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan peneliti BMKG. Penelitian bersama akan difokuskan pada berbagai isu strategis, antara lain analisis hubungan variabilitas iklim terhadap produktivitas tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura, pengembangan sistem peringatan dini kekeringan maupun banjir pertanian, pemetaan zona agroklimat, hingga kajian adaptasi pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah sekaligus rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Praktikum mata kuliah Agroklimatologi mahasiswa Program Studi Agronomi di BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Frans Sales Lega

Tidak hanya berhenti pada kegiatan akademik di lingkungan kampus, sinergi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program penyuluhan mengenai pemanfaatan informasi cuaca bagi petani, pelatihan interpretasi prakiraan musim, hingga pendampingan penyusunan kalender tanam berbasis iklim menjadi bagian dari implementasi nyata kerja sama yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Plt Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Frans Sales Lega BMKG, Dinda Surya Selviany Labuh, S.Tr., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pemanfaatan informasi meteorologi untuk kepentingan pembangunan sektor pertanian. “Kami memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mengembangkan pemanfaatan data meteorologi dan klimatologi secara ilmiah. Melalui kerja sama ini, BMKG tidak hanya menyediakan informasi cuaca dan iklim, tetapi juga berkontribusi dalam proses pendidikan, penelitian, serta peningkatan kapasitas mahasiswa sebagai calon sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap dinamika perubahan iklim. Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian di masa depan.” Beliau juga menambahkan bahwa mahasiswa Agronomi memiliki peluang besar untuk memanfaatkan data observasi maupun prakiraan iklim BMKG sebagai bagian dari pengembangan riset ilmiah yang aplikatif sehingga mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat pertanian.

Sementara itu, Dekan FPP UNIKA Santu Paulus Ruteng, Dr. Yulliana Wahyu, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui kemitraan dengan lembaga pemerintah yang memiliki kompetensi di bidang meteorologi dan klimatologi. “Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan pertanian. Oleh karena itu, mahasiswa Agronomi harus dibekali tidak hanya dengan kemampuan budidaya tanaman, tetapi juga kompetensi dalam memahami karakteristik cuaca dan iklim sebagai faktor utama yang memengaruhi produktivitas pertanian. Kerja sama dengan BMKG menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas kesempatan penelitian kolaboratif, serta meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan data”. Beliau juga berharap implementasi kerja sama ini dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa melalui kegiatan kuliah praktisi, kuliah tamu, penelitian bersama, praktik kerja lapangan, hingga pengembangan laboratorium agroklimatologi yang semakin mendukung proses pembelajaran berbasis outcome-based education.

Perjanjian kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama antara BMKG dan Fakultas Pertanian dan Peternakan UNIKA Santu Paulus Ruteng dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim. Melalui integrasi ilmu meteorologi dan agronomi, kedua institusi berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan analitis, kompetensi teknis, dan kepedulian terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan.

Sinergi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ketahanan pangan, serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Manggarai dan kawasan Flores pada umumnya. Dengan kolaborasi antara institusi akademik dan lembaga pemerintah, pengembangan pertanian berbasis data ilmiah dan informasi iklim diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan secara inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Penulis: DDA

5 Comments

  1. Kerja sama yang luar biasa… Semoga selalu bersama dalam membangun Manggarai ke depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *